0

DESAIN LAYANAN

Pendahuluan

Alhamdulillahirabbil ‘aalamiin, segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayahnya kepada kami sehingga kami dapat menyelesaikan dan menyusun makalah “Desain Layanan”. Dan tak lupa ucapan terimakasih kepada anggota kelompok yang telah bersama-sama turut menyusun makalah ini yang dimana dalam makalah ini akan dijelaskan proses-proses desain layanan, aspek-aspeknya, tujuan serta manfaat dari Desain Layanan itu sendiri.

 

 

Proses-proses desain layanan yang berfokus pada Kontrol Operasional meliputi :

  • Manajemen Pedoman Layanan
  • Manajemen Tingkatan Layanan
  • Manajemen Kapasitas
  • Koordinasi Desain
  • Manajemen Ketersediaan
  • Manajemen Kontinuitas IT

 

Keuntungan pebisnis menggunakan desain layanan:

  • Rendahnya biaya layanan karena biaya dukungan dan tambahan yang lebih rendah
  • Layanan yang secara konsisten menyediakan mutu yang dibutuhkan dari kualitas dan keselarasan untuk bisnis dan kebutuhan pelanggan
  • Pengenalan layanan baru dan perubahan yang lebih cepat dan lebih mudah
  • Pemerintahan yang lebih baik untuk memastikan kepatuhan hukum dan peraturan dan pedoman perusahaan
  • Kemampuan pengukuran yang lebih baik untuk mendukung pengambilan keputusan dan kemajuan yang terus-menerus

 

Aspek-aspek utama desain layanan meliputi:

  • Pengenalan dari layanan baru / lama melalui identifikasi akurat dari kebutuhan bisnis dan definisi kebutuhan layanan yang disetujui
  • Layanan sistem manajemen dan alat-alat seperti portofolio layanan, memastikan saling konsisten dengan layanan lainnya
  • Kemampuan teknologi arsitektur dan manajemen sistem
  • Kemampuan dari semua proses, bukan hanya yang terdapat di desain layanan, untuk mengoperasikan dan memelihara layanan baru / lama
  • Merancang metode pengukuran yang sesuai dan perlu untuk analisa kinerja dari layanan, pembuatan keputusan yang meningkat, dan peningkatan yang terus-menerus

 

Tujuan dari Desain Layanan:

  • Untuk merancang layanan yang bukan hanya memuaskan bisnis dan tujuan pemegang saham dalam segi kualitas, kemudahan penggunaan, pemenuhan dan keamanan, tapi juga meminimalisisr total biaya kepemilikan
  • Untuk merancang kebijakan yang efektif dan efisien, rencana, proses, arsitektur dan kerangka untuk mengatur layanan di seluruh siklus hidupnya
  • Untuk mendukung layanan transisi dalam mengidentifikasi dan mengatur resiko terkait dengan mengenalkan layanan baru/ lama
  • Untuk merancang layanan pengukuran untuk menilai efisiensi dan efektifitas dari desain layanan dan kirimannya
  • Untuk membantu untuk peningkatan layanan terutama dengan merancang dalam fitur dan keuntungan dan lalu menganggapi peningkatan kesempatan yang dikenali dari lingkungan operasional

 

 

 

0

TEORI KEPEMIMPINAN

     Kepemimpinan muncul bersamaan dengan peradaban manusia sejak zaman dahulu dimana orang-orang berkumpul bersama dan bekerja bersama untuk mempertahankan eksistensi hidupnya. Sejak itulah terjadinya kerjasama antar  manusia di dunia dan munculnya unsur kepemimpinan. Kepemimpinan merupakan suatu proses mempengaruhi perilaku yang menjadi panutan interaksi antar pemimpin dan pengikut serta pencapaian tujuan yang lebih riil dan komitmen bersama dalam pencapaian tujuan dan perubahan terhadap budaya organisasi yang lebih maju.  Continue reading

0

Motivasi Organisasi

A. Pengertian Motivasi

Istilah motivasi (motivation) berasal dari bahasa latin yakni movere, yang berarti “menggerakkan” (to move). Ada banyak perumusan mengenai motivasi, menurut Mitchell dalam winardi, motivasi mewakili proses-proses psikologika, yang menyebabkan timbulnya, diarahkanya dan terjadinya persistensi kegiatan-kegiatan suka rela (volunter) yang diarahkan ke tujuan tertentu.

Menurut RA. Supriyono, motivasi adalah kemampuan untuk berbuat sesuatu sedangkan motif adalah kebutuhan, keinginan, dorongan untuk berbuat sesuatu.Motivasi seseorang di pengaruhi oleh stimuli kekuatan, intrinsic yang ada pada individu yang bersangkutan.Stimuli eksternal mungkin dapat pula mempengaruhi motivasi tetapi motivasi itu sendiri mencerminkan reaksi individu terhadap stimuli tersebut

Definisi lain tentang motivasi menurut Gray et-al dalam Winardi menyatakan bahwa motivasi merupakan hasil sejumlah proses, yang bersifat internal atau eksternal bagi seseorang individu, yang menyebabkan timbulnya sikap antusiasme dan persistensi dalam hal melaksanakan kegiatan-kegiatan tertentu.

B. Teori Motivasi Organisasi

Berkut beberapa teori motivasi organisasi menurut beberapa tokoh:

  1. TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW (1943-1970)

Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.

  • Kebutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
  • Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
  • Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
  • Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)
  • Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)

Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang signifikan. Orang hanya akan mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman.

  1. TEORI MOTIVASI HERZBERG (1966)

Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya factor higiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).

  1. TEORI MOTIVASI DOUGLAS McGREGOR

Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif), Menurut teori x empat pengandaian yag dipegang manajer

a.karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja

b.karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.

c.Karyawan akan menghindari tanggung jawab.

d.Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.

e. Kontras dengan pandangan negative ini mengenai kodrat manusia ada empat teori Y :

f. karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti istirahat dan bermain.

g Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada sasaran.

h. Rata rata orang akan menerima tanggung jawab.

i. Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif.

  1. TEORI MOTIVASI VROOM (1964)

Teori dari Vroom (1964) tentang cognitive theory of motivation menjelaskan mengapa seseorang tidak akan melakukan sesuatu yang ia yakini ia tidak dapat melakukannya, sekalipun hasil dari pekerjaan itu sangat dapat ia inginkan. Menurut Vroom, tinggi rendahnya motivasi seseorang ditentukan oleh tiga komponen, yaitu:

  • Ekspektasi (harapan) keberhasilan pada suatu tugas
  • Instrumentalis, yaitu penilaian tentang apa yang akan terjadi jika berhasil dalam melakukan suatu tugas (keberhasilan tugas untuk mendapatkan outcome tertentu).
  • Valensi, yaitu respon terhadap outcome seperti perasaan posistif, netral, atau negatif.Motivasi tinggi jika usaha menghasilkan sesuatu yang melebihi harapanMotivasi rendah jika usahanya menghasilkan kurang dari yang diharapkan
  1. Achievement Theory (Teori Achievement McClelland} (1961)

Teori yang dikemukakan oleh McClelland (1961), menyatakan bahwa ada tiga hal penting yang menjadi kebutuhan manusia, yaitu:

  • Need for achievement (kebutuhan akan prestasi)
  • Need for afiliation (kebutuhan akan hubungan sosial/hampir sama dengan soscialneed-nya Maslow)
  • Need for Power (dorongan untuk mengatur)
  1. Clayton Alderfer ERG

Clayton Alderfer mengetengahkan teori motivasi ERG yang didasarkan pada kebutuhan manusia akan keberadaan (exsistence), hubungan (relatedness), dan pertumbuhan (growth). Teori ini sedikit berbeda dengan teori maslow. Disini Alfeder mngemukakan bahwa jika kebutuhan yang lebih tinggi tidak atau belum dapat dipenuhi maka manusia akan kembali pada gerak yang fleksibel dari pemenuhan k ebutuhan dari waktu ke waktu dan dari situasi ke situasi.

Rangkuman

Konflik Organisasi adalah proses sosial antara satu organsasi dengan organisasi lain dimana salah satu pihak yang berusaha mempengaruhi pihak lain yang bertahan pada keputusan yang menentang kepada pihak yang penentang. Konflik dapat berupa adu pendapat sampai kontak fisik seperti perang.

Motivasi Organisasi adalah kemampuan untuk mendorong pemikiran anggotanya sehingga meningkatkan antusiasme dalam melakukan kegiatan-kegiatan. Motivasi organisasi biasanya mengubah sudut pandang anggotanya menjadi lebih baik.

Sumber:

http://arinablogarina.blogspot.co.id/2013/01/motivasi-dalam-organisasi.html

htstuff-it.blogspot.co.id/2013/11/teori-organisasi-umum-1-konflik-dan.html

0

Konflik Organisasi

1. Pengertian Konflik

Konflik berasal dari kata kerja Latin configure, yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

Konflik berbanding terbalik dengan integrasi. Konflik dan Integrasi berjalan sebagai sebuah siklus di masyarakat. Konflik yang terkontrol akan menghasilkan integrasi. Sebaliknya, integrasi yang tidak sempurna dapat menciptakan konflik.Tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya. Konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.

Ada beberapa pengertian konflik menurut para ahli:

Continue reading

0

Tugas Teori Organisasi Umum 2

A. Pengertian Organisasi, Manajemen, dan Tata Kerja

a. Organisasi

      Organisasi adalah suatu kelompok yang dibuat oleh dua orang atau lebih yang bekerjasama secara terkendali dan terpimpin untuk suatu tujuan tertentu. Organisasi biasanya memanfaatkan suatu sumber daya tertentu dalam rangka mencapai tujuan organisasi tersebut.

Adapun pengertian organisasi menurut pendapat beberapa ahli, yaitu: Continue reading