0

REVIEW FILM BIG HERO 6

Big Hero 6 adalah film 3D superhero animasi komputer yang diproduksi oleh Walt Disney Animation Studios. Film ini dirilis pada 7 November 2014 oleh Walt Disney Pictures.

24cf618181d1b7d5a54bb05b0a78bf1c.jpg

Di Kota Fransokyo, Hiro Hamada adalah seorang anak jenius ahli robotik yang telah lulus SMA di usia 14 tahun. Di kota metropolitan San-Fransokyo Hiro menghabiskan kesehariannya bergabung dalam pertarungan robot illegal. Kakak Hiro, Tadashi takut adiknya menyia-nyiakan potensinya. Oleh karena itu, Tadashi membawanya ke universitas tempatnya belajar, San-Fransokyo Institute of Technology (SFIT), di mana Hiro bertemu dengan teman-teman Tadashi. Mereka adalah Go Go Tomago, Fred, Wasabi No-Ginger,dan Honey Lemon. Begitu juga dengan Baymax, robot penjaga kesehatan pribadi yang diciptakan oleh Tadashi. Hiro yang kagum, memutuskan untuk bergabung ke SFIT. Untuk bisa masuk di universitas tersebut, Hiro harus mepresentasikan sebuah temuan sebagai syarat ujian masuknya. Suatu hari, Hiro berhasil membuat sebuah temuan yang sangat menarik dan hebat. Sampai akhirnya ia mendapatkan surat penerimaan dari universitas, akan tetapi sebuah tragedi terjadi yang membuat hidup Hiro berubah.

bigHero654243c09ab09c.jpg

Masih dalam masa sedihnya, robot karya Tadashi yang bernama Baymax ini aktif untuk  membantu Hiro untuk bisa kembali “sehat” dengan melakukan berbagai cara untuk menyembuhkannya, sekaligus mencari seorang pria bertopeng Kabuki misterius yang telah mencuri dan menggunakan temuan milik Hiro untuk kepentingan pribadinya. Siapakah pria misterius tersebut dan untuk apa ia sampai harus menggunakan penemuan milik Hiro yang seharusnya sudah hancur tersebut? Hiro pun bertekad untuk mencari tahu dengan bantuan Baymax beserta keempat teman Tadashi di universitas, Go Go, Wasabi, Honey Lemon dan Fred.

screen-shot-2015-01-06-at-9-15-15-am.png

big-hero-6-group-2.jpg

Film diakhiri ketika teman-teman Hiro, Baymax, dan Hiro segera melindungi kota dengan harapan untuk memenuhi harapan Tadashi untuk membantu banyak orang.

Hal yang paling menonjol dari film animasi Big Hero 6 ini adalah kualitas animasinya. Setiap ekspresi dan gerakan, sekaligus didukung dengan kemampuan para pengisi suaranya mampu memberikan nuansa sekaligus emosi yang tepat di setiap adegannya. Segi warna-warni yang digunakan sebagai tone film ini juga menyegarkan di mata, tidak terlalu kekanakan & tidak terlalu dewasa.

Dampak baik dan buruk yang ditimbulkan dari robot:

Banyak pesan positif disampaikan film ini, mengajarkan anak untuk kreatif, untuk mau rendah hati dan menuntut ilmu di institusi pendidikan, mengajarkan untuk menciptakan teknologi demi kebaikan, hingga melupakan balas dendam dan ingat tujuan utama kita diciptakan.
Dampak negatifnya dalam film ini adalah ketika melanggar lampu lalu lintas,  mendewakan teknologi, Hiro sempat menyalahgunakan Baymax untuk membalaskan dendamnya dengan memasukan chip kodingan gerakan karate yang dapat menyakiti seseorang.

0

ALGORITMA GENETIKA

Algoritma genetika merupakan sebuah algoritma komputasi yang diinspirasi teori evolusi yang kemudian diadopsi menjadi algoritma komputasi untuk mencari solusi suatu permasalahan dengan cara yang lebih “alamiah”. Salah satu aplikasi algoritma genetika adalah pada permasalahan optimasi kombinasi, yaitu mendapatkan suatu nilai solusi optimal terhadap suatu permasalahan yang mempunyai banyak kemungkinan solusi. Dalam tulisan ini, akan dibahas teori dasar algoritma genetika beserta contoh aplikasinya dalam menyelesaikan suatu permasalahan optimasi kombinasi sederhana.

Algoritma Genetik pertama kali dikembangkan oleh John Holland pada tahun 1970-an di New York, Amerika Serikat. Dia beserta murid-murid dan teman kerjanya menghasilkan buku berjudul “Adaption in Natural and Artificial Systems” pada tahun 1975.

Struktur Umum Algoritma Genetika

Struktur umum algoritma genetik dapat diilustrasikan dalam diagram alir berikut ini:

untitled.png

 

Inisialisasi populasi awal dilakukan untuk menghasilkan solusi awal dari suatu permasalahan algoritma genetika. Inisialisasi ini dilakukan secara acak sebanyak jumlah kromosom/populasi yang diinginkan. Selanjutnya dihitung nilai fitness dan seterusnya dilakukan seleksi dengan menggunakan metode roda roullete, tournament atau ranking. Kemudian dilakukan perkawinan silang (crossover) dan mutasi. Setelah melalui beberapa generasi maka algoritma ini akan berhenti sebanyak generasi yang diinginkan.

Algoritma Genetik khususnya diterapkan sebagai simulasi komputer dimana sebuah populasi representasi abstrak (disebut kromosom) dari solusi-solusi calon (disebut individual) pada sebuah masalah optimisasi akan berkembang menjadi solusi-solusi yang lebih baik. Secara tradisional, solusi-solusi dilambangkan dalam biner sebagai string ‘0’ dan ‘1’, walaupun dimungkinkan juga penggunaan penyandian (encoding) yang berbeda. Evolusi dimulai dari sebuah populasi individual acak yang lengkap dan terjadi dalam generasi-generasi. Dalam tiap generasi, kemampuan keseluruhan populasi dievaluasi, kemudian multiple individuals dipilih dari populasi sekarang (current) tersebut secara stochastic (berdasarkan kemampuan mereka), lalu dimodifikasi (melalui mutasi atau rekombinasi) menjadi bentuk populasi baru yang menjadi populasi sekarang (current) pada iterasi berikutnya dari algoritma.

Karakteristik Algoritma Genetika

Goldberg (1989) mengemukakan bahwa algoritma genetika mempunyai karakteristik-karakteristik yang perlu diketahui sehingga dapat terbedakan dari prosedur pencarian atau optimasi yang lain yaitu:

  1. AG bekerja dengan pengkodean dari himpunan solusi permasalahan berdasarkan parameter yang telah ditetapkan dan bukan parameter itu sendiri. Sebagai contoh untuk mendapatkan minimum dari fungsi  f(x)=y=x4+2x3+5, AG tidak secara langsung mencari nilai x atau y, tetapi terlebih dahulu merepresentasikan x dalam bentuk string biner.
  2. AG melakukan pencarian pada sebuah populasi dari sejumlah individu-individu yang merupakan solusi permasalahan bukan hanya dari sebuah individu.
  3. AG merupakan informasi fungsi objektif (fitness), sebagai cara untuk mengevaluasi individu yang mempunyai solusi terbaik, bukan turunan dari suatu fungsi.
  4. AG menggunakan aturan-aturan transisi peluang, bukan aturan-aturan deterministik.

Parameter yang digunakan pada algoritma genetika adalah:

  1. Fungsi fitness (fungsi tujuan) yang dimiliki oleh masing-masing individu untuk menentukan tingkat kesesuaian individu tersebut dengan kriteria yang ingin dicapai.
  2. Populasi jumlah individu yang dilibatkan pada setiap generasi
  3. Probabilitas terjadinya persilangan (crossover) pada suatu generasi
  4. Probabilitas terjadinya mutasi pada setiap individu.
  5. Jumlah generasi yang akan dibentuk yang menentukan lama dari penerapan AG

Sebagaimana halnya proses evolusi di alam, suatu algoritma genetika yang sederhana umumnya terdiri dari tiga operator yaitu : operator reproduksi, operator crossover (persilangan) dan operator mutasi.

Langkah-langkah Algoritma Genetika

Struktur umum dari suatu algoritma genetika dapat didefinisikan dengan langkah-langkah sebagai berikut:

  1. Pengkodean Pengkodean disini meliputi pengkodean gen dan kromosom.
  2. Inisialisasi populasi awal Membangkitkan sejumlah kromosom (sesuai dengan ukuran populasi) untuk dijadikan anggota populasi awal. Populasi itu sendiri terdiri dari sejumlah kromosom yang merepresentasikan solusi yang diinginkan.
  3. Evaluasi nilai fitnes Setiap kromosom pada populasi dihitung nilai fitnessnya berdasarkan fungsi fitness. Nilai fitness suatu kromosom menggambarkan kualitas kromosom dalam populasi tersebut. Proses ini akan mengevaluasi setiap populasi dengan menghitung nilai fitness setiap kromosom dan mengevaluasinya sampai terpenuhi kriteria berhenti.
  4. Pembentukan kromosom baru
  5. Seleksi Memilih sejumlah kromosom yang akan menjadi kromosom calon parent
  6. Crossover Mengkombinasikan dua kromosom parent (induk) berdasar nilai probabilitas crossovernya untuk menghasilkan offspring
  7. Mutasi Mengubah sejumlah gen berdasar nilai probabilitas mutasinya untuk menghasilkan kromosom baru.
  8. Update Generasi Membaharui kromosom yang terdapat dalam populasi.
  9. Pengecekan faktor pemberhenti

Jika memenuhi dari salah satu dari kondisi untuk berhenti, maka siklus algoritma genetika berhenti. Proses evolusi bisa dihentikan berdasarkan beberapa kondisi, misalnya ketika:

  1. evolusi telah mencapai jumlah generasi maksimum yang diizinkan,
  2. terdapat suatu individu yang telah memiliki fitness tertentu yang diharapkan,
  3. keberagaman populasi telah mencapai tingkat minimum yang diizinkan,
  4. dalam beberapa generasi tertentu, tidak ada peningkatan nilai fitness yang diharapkan.

Sebelum algoritma genetika dilakukan, ada dua hal   penting yang harus dilakukan yaitu pendefinisian kromosom yang merupakan suatu solusi yang masih berbentuk simbol dan fungsi fitness atau fungsi obyektif. Dua hal ini berperan penting dalam algoritma genetika untuk menyelesaikan suatu masalah.

Sumber:

https://id.wikipedia.org/wiki/Algoritma_genetik

http://informatika.web.id/struktur-umum-algoritma-genetika.htm

0

SISTEM CERDAS YANG ADA DI SEKITAR KITA

Berikut adalah contoh sistem cerdas yang ada di lingkungan sekitar kita.

  1. Vending Machine

bevmaxcoke

Vending Machine adalah mesin yang digunakan untuk mengeluarkan/menjual produk secara otomatis tanpa ada operator. Operator tidak perlu menunggu mesin, tetapi hanya bertugas untuk mengisi, memeriksa ketersediaan barang yang dijual dan memeriksa mesin. Saat ini vending machine mudah kita jumpai di negara-negara maju yang digunakan sebagai alat untuk menjual berbagai macam produk.

Vending Machine menurut sejarahnya ditemukan pada abad pertama oleh seorang pahlawan dari Alexandria. Vending Machine modern pertama kali diperkenalkan di London pada tahun 1880, vending machine ini menjual kartu pos. Sedangkan di US pada tahun 1888 dibuat vending machine untuk menjual permen karet, mesin dibuat oleh Thomas Adams Gum Company yaitu perusahaan pembuat permen karet. Perkembangan vending machine justru berkembang pesat di Jepang. Dimana hampir segala kebutuhan sehari-hari jika bisa di buat vending machine-nya.

Cara kerja vending machine adalah dengan melakukan pembayaran (baik menggunakan uang ataupun sistem lainnya) kepada mesin kemudian memilih produk, setelah itu produk yang dipilih akan segera keluar.

     2. ATM (Anjungan Tunai Mandiri)

6172535_g

ATM (Anjungan Tunai Mandiri) adalah sebuah alat elektronik yang melayani nasabah bank untuk mengambil uang dan mengecek rekening tabungan mereka tanpa perlu dilayani oleh seorang “teller” manusia. Banyak ATM juga melayani penyimpanan uang atau cek, transfer uang atau bahkan membeli perangko.

ATM modern pertama yang berfungsi ditemukan oleh Sir John Shepherd-Barron tanggal 27 Juni 1967 di Inggris. Mesin tersebut dipasang di Bank Barclays cabang Enfield di Inggris. Oleh karena jasanya, Ratu Inggris pada tahun 2004 memberikan gelar “Most Excellent Order of the Britis Empire” kepadanya.

Mesin ATM mulai ramai digunakan di Indonesia pada tahun 1980an, pengguna ATM pertama di Indonesia adalah bank HSBC dan bank Niaga. Dengan persaingan pasar yang besar, maka bank – bank lain juga ikut memasang ATM untuk memudahkan nasabah mereka dalam menarik uang.

ATM sering ditempatkan di lokasi-lokasi strategis, seperti restoran, pusat perbelanjaan, bandar udara, stasiun kereta api, terminal bus, pasar tradisional, dan kantor-kantor bank itu sendiri.

Cara kerja mesin ATM mudah dan sederhana. Yang pertama kamu lakukan ialah memasukkan kartu ATM ke dalam mesin. Setelah kartu dimasukkan, maka kartu akan dibaca oleh magnetic card reader yang berfungsi sebagai pembaca dan penerima data. Setelah dibaca, data dikirim ke sistem komputerisasi bank.

    3. Automatic Sliding Door (Pintu Geser Otomatis)

es_200_1200x1200_au_image_slider_product_image_slider_zoom

Automatic Sliding Door atau Pintu Geser Otomatis adalah suatu perangkat yang dapat mendeteksi kehadiran manusia atau objek hidup lainnya. Automatic sliding door biasanya sering kita temui di mall, perkantoran, apartemen dan pabrik. Penggunaan automatic sliding door juga sangat praktis, kita tidak perlu memegang gagang pintu untuk membukanya, kita hanya perlu berjalan menghampirinya maka pintu akan otomatis terbuka dan akan otomatis tertutup kembali.

0

REVIEW JURNAL: SISTEM PARKIR CERDAS

 SISTEM PARKIR CERDAS

1.1 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk merancang suatu alat mikrokontroler yang dapat menginformasikan dan mengarahkan pengendara mobil ke area parkir yang kosong. Lahan parkir yang dijadikan sebagai objek penelitian terdiri dari beberapa lantai dengan kapasitas beberapa kendaraan pada setiap lantainya, namun penelitian ini hanya memilih beberapa lantai sebagai sampel. Sistem informasi parkir ini menggunakan metode perancangan sistem. Perancangan ini memiliki beberapa bagian umum, yaitu sensor LDR, laser pointer, Arduino Uno, mikrokontroler ATMega328, PC/laptop dan LCD (Liquid Cristal Display). Sensor LDR akan mendeteksi adanya kendaraan dan selanjutnya akan memberi sinyal ada atau tidak ada penghalang. Sedangkan yang mengatur cahaya dari LDR adalah laser pointer. Mikrokontroler ATMega328 yang tertanam pada Aduino berfungsi sebagai tempat pemrosesan data dari sensor LDR yang selanjutnya akan ditampilkan pada LCD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa LCD (Liquid Cristal Display) akan menampilkan berapa lahan parkir yang sudah terisi dan berapa lahan parkir yang kosong. LCD akan menampilkan di lantai mana hal tersebut terjadi. Miniatur sistem parkir ini menggunakan bahasa pemrograman bahasa C yang sudah tertanam dalam Arduino dan bahasa pemrograman Borland Delphi 7 yang berfungsi sebagai interface.

Kata Kunci: Parkir, Mikrokontroller ATMega, Arduino Uno, Sensor LDR, LCD

 

 

1.2 PENDAHULUAN

Salah satu perkembangan teknologi dalam bidang transportasi yang dapat kita temukan adalah sistem pelayanan parkir. Dewasa ini, perparkiran dalam suatu gedung sudah mulai menggunakan sistem komputerisasi dalam pengoperasiannya, akan tetapi pengguna parkir masih saja kesulitan dalam mencari tempat parkir yang kosong dengan cara mengelilingi area parkir sehingga kurang efisien dan membutuhkan waktu yang lama. Jika proses pelayanan tersebut dapat digantikan dengan menggunakan sistem yang lebih modern (otomatisasi sistem),  ini akan sangat menguntungkan, baik itu bagi perusahaan yang bersangkutan terlebih lagi bagi pengguna parkir itu sendiri. Berdasarkan hal tersebut, maka peneliti merasa perlu membuat suatu alat kendali sistem parkir cerdas dengan menggunakan mikrokontroller. Komponen yang digunakan dalam pembuatan alat kendali sistem parkir sangat banyak di pasaran. Sebagian besar komponen berasal dari bahan semi konduktor. Rangkaian yang digunakan meliputi beberapa sensor LDR, Mikrokontroller ATMega, Arduino, laser pointer, dan LCD monitor.

 

Sensor LDR

 

Mikrokontroler ATMega328

 

 

Dari permasalahan yang telah diuraikan pada di atas, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimana merancang suatu alat yang dapat menginformasikan area parkir mobil kepada pengguna dan membantu mengarahkannya ke area parkir yang kosong dengan menggunakan mikrokontroler”. Adapun tujuan yang ingin di capai dari penelitian ini adalah merancang suatu alat yang dapat menginformasikan area parkir mobil kepada pengguna dan membantu mengarahkannya ke area parkir yang kosong dengan menggunakan mikrokontroler. Dasar dari pada peneliti untuk mengambil atau mengangkat judul tersebut diatas berdasarkan atas beberapa acuan atau penelitian-penelitian sebelumnya. diantaranya: Sistem Pengaturan Parkir dengan Tertib dan Aman, dengan hasil yang di dapat dari penelitian ini yaitu bisa mengidentifikasi lokasi parkir yang kosong dalam area parkir dengan cara merekam plat kendaraan lewat kamera di pintu masuk area parkir. (Dirsa Agitral, Ary Syahriar DIC, Prof Dr. Muhammadi S.) Pengembangan Sistem Parkir Terkomputerisasi Dengan Otomatisasi Pembiayaan Dan Penggunaan RFID Sebagai Pengenal Unik Pengguna, dengan hasil yang didapat yaitu meggunakan teknologi RFID untuk diterapkan dalam sistem parkir terkomputerisasi sehingga memudahkan dalam hal pengenalan kendaraan dan otomatisasi pembiayaan parkir. Dalam sistem ini akan diterapkan sistem isi ulang untuk pengisian dana untuk pembiayaan parkir. (Hamid, 2010).

 

 

1.3 RINGKASAN JURNAL

Penelitian ini berfokus pada bagaimana membuat suatu Aplikasi sistem parkir cerdas. Sistem secara umum dapat dilihat pada gambar 1 berikut, yaitu adanya sebuah desain lingkungan sistem parkir cerdas. Kemudian dari hasil desain dapat menghasilkan sebuah data yang akan dikirimkan ke mikrokontroler untuk selanjutnya diteruskan ke display yang berfungsi sebagai monitoring. Inti dari racangan penelitian ini yaitu bagaimana memonitoring area parkir yang kosong dan yang sudah terisi dengan menggunakan beberapa rangkaian yang seperti PC, Arduino Uno dengan ATMega328, Sensor LDR, Laser Pointer, dan LCD Monitor dengan fungsi masing-masing yang berbeda-beda. PC berkomunikasi dengan sebuah pengontrol memori melalui koneksi kecepatan tinggi yang telah ditentukan. Pengontrol berkomunikasi dengan memori dan kepada bus PCI secara langsung, sehingga lalu-lintas CPU – memori tidak dilakukan melalui bus PCI. Selain itu, bus PCI memiliki sebuah jembatan/penghubung kepada bus ISA, sehingga pengontrol ISA dan piranti – pirantinya masih dapat digunakan,  USB ialah port yang sangat diandalkan saat ini karena  bentuknya yang kecil dan kecepatan transfernya yang tinggi. USB 1.1 mendukung dua modus kecepatan penuh  (12 Mbps) dan kecepatan rendah (1,5 Mbps). USB 2.0 memiliki kecepatan 480 Mbps yang dikenal sebagai mode kecepatan tinggi. (Budiharto, Widodo, 2004)

 

1.4 TINJAUAN PUSTAKA

Sistem Parkir Cerdas akan lebih efektif dan efisien dengan komputerisasi yang tepat. Sistem Parkir Cerdas mampu memberikan kecepatan pelayanan, pengolahan data yang akurat, sehingga data bisa langsung diproses dan muncul di LCD.

Sistem Parkir Cerdas ini belum pernah dibuat, sehingga penulis ingin membuat sebuah inovasi dalam teknologi parkir yang bisa menghemat budget dan bisa menguntungkan banyak orang.

Ary Syahriar (2011) Judul penelitian ini adalah Sistem Pengaturan Parkir dengan Tertib dan Aman. Dalam penelitian ini, Sistem aplikasi yang digunakan adalah Borland Delphi 7. Dalam penelitian ini, sistem yang dibuat mampu menginputkan data dan menampilkan jumlah parkir yang kosong, jumlah parkir yang terisi, dan navigasi kepada pengendara ke arah parkir kosong terdekat.

Hamid (2010) Judul penelitian ini adalah Pengembangan Sistem Parkir Terkomputerisasi dengan Otomatisasi Pembiayaan dan Penggunaan RFID Sebagai Pengenal Unik Pengguna. Dalam penelitian ini, sistem yang dibuat  menggunakan teknologi RFID untuk diterapkan dalam sistem parkir terkomputerisasi sehingga memudahkan dalam hal pengenalan kendaraan dan otomatisasi pembiayaan parkir. Dalam sistem ini juga akan diterapkan sistem isi ulang untuk pengisian dana untuk pembiayaan parkir.

Widodo Budiharto (2004) Judul penelitian ini adalah Interfacing Komputer dan Mikrokontroler. Dalam penelitian ini, sistem yang dibuat ke dalam sebuah alat mikrokontroler dibuat untuk menginformasikan area parkir mobil kepada pengguna dan membantu mengarahkannya ke area parkir yang kosong dengan menggunakan mikrokontroler.

 

 

 

 

 

1.5 PEMBAHASAN

Pada perancangan sistem ini, meliputi beberapa tahapan diantaranya tahap diagnosis awal yaitu pada tahapan ini akan dilakukan identifikasi masaah yang ada. Seperti kendalakendala yang dilakukan atau yang didapatkan pada saat akan memarkir kendaraan. Tahap perancangan dan pembuatan, dimana pada tahap ini dilakukan perancangan, menyediakan seluruh komponen yang di butuhkan, selanjutnya merakit dan membuat alat, serta mengisi program-program yang di perlukan. Komponen-komponen yang perlu dipersiapkan diantaranya: PC atau Laptop, 1 modul Arduino Uno, Kabel USB, Sensor LDR, Laser pointer.  Tahapan pembuatannya dimulai dengan menyiapkan Arduino Uno versi 0023 dan Borland Delphi 7 dan komponen comport library. Kemudian membuat rangkaian group sensor menggunakan LDR sebanyak 6 unit di lengkapi dengan laser pointer. Kemudian membuat program di arduino yang berfungsi untuk membaca sensor analog dari LDR dan mengirimkan data ke computer melalui port USB, membuat program monitoring data sensor analog dari mikrokontroler ke PC dengan menggunakan Bahasa pemrograman Borland Delphi 7. Tahap pengujian alat dilakukan dengan menguji dan mengetes alat yaitu menguji secara langsung cara kerja alat, kemudian mengumpulkan data-datanya dan menyusunnya sebagai data hasil akhir penelitian. Pengujian dilakukan dengan menghubungkan PC dengan Arduino melalui kabel USB yang sudah terhubung dengan sensor LDR. Kemudian melakukan verifikasi akurasi pembacaan data resistansi pada sensor LDR dengan membandingkan cahaya yang di berikan dengan pembacaan data analog di port input arduino. Selanjutnya yaitu tahap evaluasi. Pada tahap ini dilakukan evaluasi dan analisis secara keseluruhan hasil kerja alat dan kemudian mengambil kesimpulan dari cara kerja alat tersebut secara keseluruhan.

 

1.6 KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil penelitian maka dapat disimpulkan bahwa dalam penerapan dan pemanfaatan Sistem Parkir ini dengan menggunakan Arduino yang dikontrol oleh mikrokontroller yang kemudian di tampilkan pada sebuah LCD, dapat membantu dalam hal efesiensi tenaga manusia. Dengan adanya system ini, maka pengguna parkir dapat dengan mudah melihat dan mengetahui area parkir yang kosong lewat monitor yang tersedia sebelum masuk di area parkir, sekaligus bisa langsung mengarahkan kendaraannya ke lokasi yang kosong. Nilai pembacaan intensitas cahaya bergantung pada jarak sensor dengan sumber cahaya, sehingga untuk implementasi di lingkungan yang berbeda perlu di lakukan kalibrasi ulang. Penggunaan sensor LDR dengan sumber cahaya yang tidak statis, tidak akan memberikan kondisi yang tepat pada tampilan visualisasi di layar monitor. Penggunaan laser yang di tembakkan langsung ke sensor LDR bisa di jadikan solusi untuk mendapatkan hasil pembacaan yang lebih akurat. Adapun harapan dari sistem ini yaitu dalam hal pengawasan dan pengontrolan lebih lanjut, dapat di pasangkan alat berupa kamera CCTV yang dapat dikontrol dan di akses lewat mobile phone melalui web browser. Untuk pengembangan sistem parkir ini, kedepannya dapat di pasangkan fasilitas yang lain yang mengacu pada sistem perparkiran yang ada di luar negeri.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Agifral, D., Muhammadi., Syahriar, Ary. Sistem Pengaturan Parkir dengan Tertib dan Aman, diakses 10 Oktober 2016

Ariyus. D., Andri. R. K. R. (2008). Komunikasi Data. Yogyakarta: Penerbit Andi.

Budiharto, Widodo. (2004). Interfacing Komputer dan Mikrokontroler. Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Depari, G. S. (1985). Belajar Teori dan Keterampilan Elektronika. Bandung: Armico.

Hamid. (2010). Pengembangan Sistem Parkir Terkomputerisasi dengan Otomatisasi Pembiayaan dan Penggunaan RFID Sebagai Pengenal Unik Pengguna. Seminar Nasional Aplikasi Teknologi Informasi. ISSN: 1907-5022

Mangkulo, H.A. (2004). Pemrograman Database Menggunakan Delphi 7.0 dengan Metode ADO, Jakarta: PT. Elex Media Komputindo.

Pressman, Roger, S. (2002). Rekayasa Perangkat Lunak Pendekatan Praktisi (Buku Satu). Yogyakarta: Penerbit Andi.

http://www.ehow.com/how-does_4914874_how-laser-pointer-works.html, diakses 5 Oktober 2016

http://arduino.cc/en/Main/ArduinoBoardUnoSMD, diakses 5 Oktober 2016

http://www.sisilain.net/2010/07/pengertian-dari-lcd-monitor.html, diakses 6 Oktober 2016

Forward
0

IMPLEMENTASI GRAFIK KOMPUTER DAN PENGOLAHAN CITRA DALAM BIDANG SEHARI-HARI

          Ada banyak hal yang sudah menggunakan komputer beserta teknologinya yang sudah modern. Terdapat banyak contoh yang bisa kita lihat dalam kehidupan kita sehari – hari. Dengan menggunakan Grafik Komputer dan Pengolahan Citra, kita bisa memanfaatkan semuanya hanya dengan mudah dan hanya dengan menekan satu tombol saja. Disini kita akan membahas tentang Grafik Komputer dan Pengolahan Citra dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Continue reading